Ghost Writer

Jadi, Ghost Writer bagus apa jelek?

Lucu atau ga?

Serem atau ga?

Shani JKT48 cantik apa ga?

Jawaban semua pertanyaan itu adalah…Tergantung selera temen-temen.

Tapi buat gua, Ghost Writer adalah film bagus, banyak yang saya suka dari film ini. Saya suka akting Ge Pamungkas di film ini, dari sekian banyak film yang sudah dibintanginya, menurut saya di sini lah the best acting Ge pamungkas, kemistri Ge dengan Tjajana juga bagus, enak diliatnya.

Dan banyak juga aktor lainnya yang bagus di sini. Dimulai dari duet Arie Kriting dan Muhadkly Acho, tek-tok duet ini enak banget, set terbatas tidak berpengaruh terhadap penulisan komedi mereka yang menghasilkan tek-tok apik mereka. Mantep dah pokonya.

Dan ada duet lain, yaitu Darto dan Billy, nama pemerannya gua lupa, maaf banget ini mah. Kalo Arie Kriting dan Acho terbatas Set. Duet ini bermain dengan situasi, tapi tetap dibalut dengan penulisan komedi yang apik. Jadi hasilnya ya lebih lucu buat gua.

Kalo dari segi komedi, menurut gua film ini tidak perlu diragukan kelucuannya. Ketika suda masuk scene komedi, temen-temen akan dilibas abis, ga ada ampun. Komedi di sini bukan yang teg “haha” tapi teg teg teg teg teg teeeeeg jadi bakal “haha hahaha hahahahahaha hahahahahhaanj1nglah bankai! Jancuek! hahahahaha” Cocok untuk tontonan bareng keluarga, sama pacar atau sendiri. Yang penting nontonnya di bioskop. Bukan Layarkaca21.

Jangan kira film ini cuma ada komedi, air mata gua keluar sedikit pas nonton, kalo banyak entar dikira abis putus. Untuk plot cerita, Ghost Writer bisa dibilang apik, rapih. Porsi serius di film ini pas, Plantingnya bagus, konflik cerita bagus. Kalo ga bagus ga mungkin air mata gua keluar sedikit dong.

Untuk sebuah debut sutradara, menurut gua Bene Dion sangat berhasil di film debutannya ini. Buah hasil kerja keras nongkrong di cafe Kedai Lantai Satu. Kalo ada kritik, mungkin cuma dari segi horornya, gua lebih merinding ketika konflik keluarga dibanding ketika bagian horor. Ga jelek, cuma kurang aja gitu, kaya ada yang ganjel. Kalo dibandingkan dengan film Pee Mak, film besutan Bene Dion tidak sehoror Pee Mak, di Pee Mak kita bisa merasakan diteror oleh sang setan, perasaan itu yang tidak kita dapatkan dari film Ghost Writer.

Jadi kesimpulannya, kalau untuk film komedi, film ini bagus. Cuma kalau untuk horor, emmmm kurang aja gitu. But, ya… overall karena dibungkus konflik yang bagus, 8/10 lah ya buat Ghost Writer dari saya pribadi karena saya suka komedi.

Selamat untuk Bene Dion atas debut filmnya sebagai Sutradara. Mungkin ini kabar baik dan kabar buruk untuk bang Bene. Kabar baiknya adalah filmnya bagus dan muda-mudahan mendapat banyak penonton. Kabar buruknya adalah, gua pernah denger dari salah satu film yang dialognya ada bilang begini “karya pertama lu tuh bagus baget, masuk best seller. Jadi kalo karya selanjut lu biasa-biasa aja, takutnya flop, penikmat karya lu kecewa.” Selamat dan Good luck bang Bene.

DAN SHANI JKT48 TETAP CANTIK APAPUN YANG TERJADI KARENA SHANI SELALU SEMPURNA

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai